Daftar Penyedia VPS Indonesia Berkualitas

Apakah kalian sedang mencari VPS Indonesia yang berkualitas dan Pernahkah kalian merasa bingung saat menentukan jenis VPS yang ingin digunakan, apakah memilih OpenVZ atay KVM? Namun apakah kalian mengetahui apa perbedaan VPS OpenVZ dengan KVM ? tiap VPS memiliki kekurangan dan kelebihanya masing – masing walaupun spesifikasinya sama.

OpenVZ dan KVM adalah jenis virtualisasi yang berbeda. Sebenarnya selain 2 virtualisasi tersebut ada juga jenis virtualisasi lainya seperti cloud. Pada artikel ini kita hanya akan membahas perbedaan VPS OpenVZ dengan KVM saja, sebelum kalian mencari Daftar Penyedia VPS Indonesia Berkualitas ada baiknya kalian perhatikan perbedaan didalam VPS itu sendiri Ada VPS KVM, VPS OpenVZ dll, yuk pelajari sebelum kalian ingin memiilih VPS apa yang mungkin cocok dengan kalian.

Virtualisasi OpenVZ

OpenVZ merupakan jenis virtualisasi yang paling banyak ditawarkan oleh penyedia VPS. Alasanya karena jenis virtualisasi ini bisa dibilang termurah, sehingga diharapkan dapat menjaring konsumen sebanyak – banyakya. Jika kalian sering mengunjungi situs lowendbox, kalian pasti sering mendapati para seller VPS yang memberikan penawaran dengan harga yang sangat murah. Jika kalian teliti, kalian akan mengetahui bahwa mereka menggunakan virtualisasi OpenVZ untuk VPS yang mereka tawarkan.

OpenVZ merupakan virtualisasi berbasis container pada sistem operasi linux. OpenVZ masih bergantung dengan karnel host, sehingga kalian tidak akan bisa menginstall sistem operasi lain, seperi windows dan lain sebagainya. Selain itu, OpenVZ memungkinkan terjadinya over selling (peminjaman space HDD atau RAM). Seperti jika server pusat memiliki RAM 32GB, maka penjual dapat menjualnya ke 100 pembeli dengan masing-masing pembeli mendapat ram 1GB.

Dari segi kepraktisan, OpenVZ merupakan jenis virtualisasi yang lebih mudah setupnya dan pengelolaannya terbilang gampang. Beberapa ISP yang menyediakan VPS OpenVZ adalah Ramnode, Oneasiahost (SGGS), interserver, crissicsolution, vpsdime dan Greenvaluehost.

Kelebihan OpenVZ

  1. Bisa overselling. (sehingga bisa mendapat spesifikasi tinggi).
  2. Hemat biaya.
  3. Dapat disetup dengan mudah (jumlah proses, penggunaan memory, penggunaan CPU, penggunaan disk dan lain-lain yang dapat dirubah-rubah dalam kondisi VPS tetap running).

Kekurangan OpenVZ

  1. Jika kalian menggunakan resource berlebih, maka kalian dapat mempengaruhi kinerja VPS lain yang berada dalam satu host yang sama, sehingga beberapa ISP biasanya langsung melakukan suspend terhadap VPS yang nakal seperti ini.
  2. Di OpenVZ kalian hanya dapat menginstall linux dengan berbagai distro saja. Kalian tidak bisa menginstall sistem operasi lain seperti windows.
  3. Beberapa setting dibatasi node.
  4. Tidak mendukung SWAP.

Virtualisasi KVM

KVM atau bisa juga disebut Kernel-Based Virtual Machine merupakan salah satu teknologi virtualisasi full hardware (berdiri sendiri). Dengan KVM, user dapat dengan leluasa menggunakan OS apapun yang mereka inginkan seperti linux, windows maupun yang lainnya. Oleh karena itu, virtualisasi KVM ini dikenal pula dengan istilah semi dedicated server, indonetdigital.co.id hanya menyediakan layanan VPS dengan Virtualisasi KVM yang mana akan menjamin setiap User pengguna nya akan mendapatkan Resource yang sama dengan Dedicated Server dengan harga VPS Indonesia Berkualitas bahkan kalian bisa gunakan untuk keperluan sebagai VPS Game karena resource yang sama dengan Dedicated Server

Jika menurut hardware, KVM bisa lebih baik performanya karena KVM berdiri sendiri dan tidak mengganggu VPS lain, namun kalian jangan heran ketika kalian ingin merubah ukuran RAM, HDD dan lain sebagainya (setup), maka VPS ini harus direstart terlebih dahulu, sehingga bisa dikatakan pengaturanya cukup merepotkan dibandingkan dengan OpenVZ.

Selain itu, harga yang ditawarkan oleh penyedia KVM biasanya lebih mahal dibandingkan dengan OpenVZ. Hal ini dikarenakan VPS KVM tidak dapat melakukan overselling, sehingga kalian akan mendapat harga lebih tinggi dibandingkan dengan OpenVZ.

Kelebihan virtualisasi KVM

  1. Sistemnya berdiri sendiri seperti dedicated server.
  2. Bebas pilih sistem operasi apakah linux atau windows.
  3. Menggunakan SWAP.
  4. Biasanya sudah disertai remote VNC.
  5. Tidak dibatasi oleh node.

Kekurangan virtualisasi KVM

  1. Tidak bisa overselling sehingga harga bisa lebih mahal.
  2. Setup lumayan merepotkan.
  3. Harga yang sedikit lebih mahal

Virtualisasi KVM tentu lebih baik dibanding OpenVZ. Namun demikian, semuanya dikembalikan lagi dengan kebutuhan dan keuangan kalian sendiri. Apakah kalian memerlukan KVM atau OpenVZ. Perlu kalian catat pula bahwa masih banyak faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas VPS, seperti lokasi server yang sesuai, spesifikasi serta kualitas layanan pihak penyedia VPS.